Senin, 26 Maret 2012

Tugas Softskill Perekonomian Indonesia, Peta Ekonomi Indonesia

PETA PEREKONOMIAN INDONESIA
1. Keadaan Geografis
  1. Indonesia terdiri dari enam kepulauan besar (Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara).
  2. Mempunyai daratan seluas 195-200 juta ha, terletak didaratan tropika dengan curah hujan yang tinggi dan hanya dibedakan ke dalam 2 musim setiap tahun.
  3. Berbagai sumber pertambangan yang amat berharga, seperti minyak-gas alam, batu bara, timah, tembaga, dan sumber tambang lainnya yang tersebar di penjuru Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kedudukan Geografis Indonesia sepanjang garis khatulistiwa dan posisi sebagai wilayah pendukung, serta terletak pada posisi silang antara dua benua dan dua samudera dengan iklim tropis dan cuaca musim-musim yang memberikan kondisi alamiah serta kedudukan dan peranan strategis yang sangat tinggi nilainya, baik dalam percaturan politik ekonomi dan perdagangan khususnya.
2. Penyebaran Penduduk Indonesia
Tidak meratanya penyebaran penduduk di Indonesia ini, sebagian besar penduduk terpusatkan di Pulau Jawa, ini membuktikan bahwa di satu pihak pula Jawa sudah kelebihan penduduk (over populated), sedangkan dipihak lain artinya di Pulau luar Jawa justru kekurangan penduduk (under populated). Penyebaran Penduduk yang tidak merata ini menyebabkan akibat-akibat sebagai berikut :
~ Di Pulau Jawa
- Karena terlalu banyaknya tenaga kerja, timbul persaingan sehingga upah cenderung rendah dan disamping itu jumlah pengangguran yang meningkat.
- Rendahnya upah serta meningkatnya pengangguran, merupakan salah satu penyebab meningkatnya gejala kriminalitas, hal ini mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat.
~ Di luar Pulau Jawa
- Kurangnya tenaga kerja sebagai akibat kurangnya penduduk telah menyebabkan upah tenaga kerja cenderung tinggi yang merupakan salah satu penyebab tingginya biaya produksi di daerah luar pulau Jawa, disamping masih tingginya biaya angkut melalui laut.
- Kurangnya tenaga kerja yang dirasakan telah mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi di daerah yang disebabkan karena pertumbuhan industri yang lamban.
3. Struktur Ekonomi Ekspor
Salah satu petunjuk mengenai perkembangan ekonomi Indonesia adalah penampilan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sebagian besar sumber penerimaan negara berasal dari perdagangan luar negeri (ekspor) MIGAS yang memegang peranan besar dari keseluruhan penerimaan dalam negeri, rata-rata 65%. Dari gambaran APBN serta neraca perdagangan yang menunjukkan peranan baik sebagai sumber pendapatan dalam negeri, maupun sebagai sumber devisa Negara, ini menunjukkan bahwa struktur perekonomian Indonesia bersifat struktur ekonomi ekspor.
Suatu negara yang mempunyai struktur ekonomi ekspor seperti Indonesia sangat terpengaruh oleh maju/mundurnya ekspor. Keadaan ini dengan sendirinya akan mempengaruhi pola kemampuan untuk mengimpor, artinya bila ekspor dalam bentuk devisa meningkat, ini berarti kemampuan impor akan meningkat, berarti devisa hasil ekspor berkurang, hal ini akan mengakibatkan kemampuan impor berkurang.
Sebagaimana diketahui bahwa, impor Indonesia terdiri dari :
  1. Barang Konsumsi (Sandang Pangan serta barang konsumsi lain untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat).
  2. Bahan baku/penolong untuk industry dalam negeri.
  3. Barang modal seperti peralatan pabrik, dsb.
Dari jenis barang impor yang diperlukan tersebut, akan dirasakan pengaruhnya terhadap kegiatan ekonomi dalam negeri, bila kemampuan impor berkurang sebagai akibat berkurangnya pendapatan dari ekspor yang disebabkan karena berkurangnya /turunnya kemampuan ekspor, ini berarti pula kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan akan terpengaruh. Dari apa yang telah diuraikan, menunjukkan bahwa suatu Negara perekonomiannya sangat menggantungkan dari pada perdagangan luar negeri seperti Indonesia adalah peka terhadap perkembangan ekonomi dunia.
4. Sumber Daya Manusia
Tiga masalah pokok yang dihadapi Indonesia dalam sumber daya manusia sebagai berikut :
1. Pertumbuhan yang cukup tinggi, ditandai dengan besarnya jumlah penduduk.
2. Penyebaran yang kurang merata.
3. Kurang seimbangnya struktur umur penduduk, yang ditandai dengan besarnya jumlah penduduk berusia muda serta mutu/kualitas penduduk yang relatif rendah.
Sistem pendidikan di Indonesia masih bersifat umum, belum disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan, yaitu sistem pendidikan yang dapat dengan cepat menghasilkan tenaga terampil/tenaga ahli yang dapat meningkatkan produktivitas, kreativitas, mutu, dan efisiensi kerja. Jumlah penduduk Indonesia yang tergolong muda yang memerlukan pendidikan, masih cukup besar jumlahnya. Untuk mengatasi hal tersebut dalam rangka memenuhi tuntutan pembangunan, langkah-langkah yang telah dan sedang ditempuh Pemerintah sesuai dengan GBHN.


SUMBER :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar