Strategi & Perencanaan Pembangunan di Indonesia
Indonesia merupakan negara dengan luas wilayah hampir 2 juta km dan berpenduduk ± 210 juta jiwa,dan Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat baik di laut maupun di darat. Di laut, Indonesia memiliki ± 18.110 pulau dengan garis pantai sepanjang 108.000 km. Indonesia memiliki kedaulatan atas wilayah perairan seluas 3,2 juta km yang terdiri dari perairan kepulauan seluas 2,9 juta km dan laut teritorial seluas 0,3 juta km. Selain itu Indonesia juga mempunyai hak eksklusif untuk memanfaatkan sumber daya kelautan dan berbagai kepentingan terkait seluas 2,7 km pada perairan ZEE (sampai dengan 200 mil dari garis pangkal). Di darat, memiliki lahan kehutanan 113 juta ha, lahan sawah produktif 9,9 juta ha, lahan perkebunan produktif 15,5 juta ha, dan mempunyai 60 cekungan prospektif sumber mineral dan migas.
Secara sederhana, pembangunan ekonomi dapat dipahami sebagai upaya melakukan perubahan yang lebih baik dari sebelumnya yang ditandai oleh membaiknya faktor-faktor produksi. Faktor-faktor produksi tersebut adalah kesempatan kerja, investasi, dan teknologi yang dipergunakan dalam proses produksi. Lebih jelas, wujud dari membaiknya ekonomi suatu wilayah diperlihatkan dengan membaiknya tingkat konsumsi masyarakat, investasi swasta, investasi publik, ekspor dan impor yang dihasilkan oleh suatu negara. Secara mudah, perekonomian wilayah yang meningkat dapat diindikasikan dengan meningkatnya pergerakan barang dan masyarakat antar wilayah.
Tantangan pembangunan Indonesia sangat berat dan berbeda dengan yang sebelumnya paling tidak ada 4 tantangan yang akan di hadapi Indonesia, antara lain :
1. Otonomi daerah.
2. Pergeseran orientasi pembangunan sebagai Negara maritim.
3. Ancaman dan sekaligus pelungan globalisasi, dan
4. Kondisi objektif akibat krisis ekonomi
Dalam konteks pembangunan, dipahami bahwa perencanaan pembangunan terdiri dari 4 tahapan yaitu :
1. Penyusunan rencana.
2. Penetapan rencana.
3. Pengendalian pelaksanaan rencana, dan
4. Evaluasi pelaksanaan rencana.
Perencanaan Pembangunan Nasional mencakup penyelenggaraan perencanaan makro semua fungsi pemerintahan yang meliputi semua bidang kehidupan secara terpadu dalam wilayah Negara Republik Indonesia yang terdiri atas perencanaan pembangunan yang disusun secara terpadu oleh Kementerian/Lembaga dan perencanaan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintahan Daerah sesuai dengan kewenangannya.
Perencanaan Pembangunan Nasional tersebut menghasilkan :
1. Rencana pembangunan jangka panjang.
2. Rencana pembangunan jangka menengah, dan
3. Rencana pembangunan tahunan dan yang dapat disebut juga dengan rencana kerja pemerintah.
Dokumen rencana pembangunan yang disusun oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional antara lain :
1. Rencana pembangunan jangka panjang daerah.
2. Rencana pembangunan jangka menengah daerah.
3. Rencana pembangunan tahunan/rencana kerja pemerintah daerah.
4. Rencana strategis satuan kerja perangkat daerah, dan
5. Rencana kerja satuan kerja perangkat daerah.
Strategi dan perencanaan pembangunan ekonomi indonesia di masa yang akan datang mengacu pada garis-garis besar haluan negara. Garis-garis besar haluan negara mengamanatkan agar pembangunan di wilayah Indonesia dapat dilaksanakan secara seimbang dan serasi antara dimensi pertumbuhan dengan dimensi pemerataan, antara pengembangan kawasan barat Indonesia dengan kawasan timur Indonesia, serta antara kawasan perkotaan dengan kawasan pedesaan. Hal ini ditujukan agar kesenjangan pembangunan antar wilayah dapat segera teratasi melalui pembangunan yang terencana dan disusun dengan sematang mungkin, sistematis, dan bertahap.
Beberapa strategi-strategi tersebut antara lain adalah seperti contoh di bawah ini:
- Kerjasama antar wilayah (antar propinsi, kabupaten maupun kota-kota pantai, antara kawasan perkotaan dengan perdesaan, serta antara kawasan hulu dan hilir) sehingga tercipta sinergi pembangunan kawasan pesisir dengan memperhatikan inisiatif, potensi dan keunggulan lokal, sekaligus melakukan reduksi potensi terhadap hal-hal seperti konflik-konflik yang sering terjadi di sekitar lintas wilayah.
- Orientasi pembangunan Indonesia ke depan adalah keunggulan sebagai negara maritim. Wilayah kelautan, kehutanan, dan pesisir beserta sumberdaya alamnya memiliki makna strategis bagi pembangunan ekonomi Indonesia, karena dapat diandalkan sebagai salah satu pilar ekonomi Indonesia yang sangat kuat.
- Ancaman dan peluang dari globalisasi ekonomi terhadap Indonesia yang terutama diindikasikan dengan hilangnya batas-batas negara dalam suatu proses ekonomi global. Proses ekonomi global cenderung melibatkan banyak negara sesuai dengan keunggulan kompetitifnya seperti sumberdaya manusia, sumberdaya buatan, penguasaan teknologi, inovasi proses produksi dan produk, kebijakan pemerintah, keamanan, ketersediaan modal, jaringan bisnis global, kemampuan dalam pemasaran yang dapat kita lakukan dan kita distribusi yang dapat mencakup kawasan global.
Selain beberapa hal di atas juga ada beberapa strategi yg secara umum dapat dilihat dan dilakukan untuk strategi pembangunan indonesia kedepannya, antara lain :
Selain beberapa hal di atas juga ada beberapa strategi yg secara umum dapat dilihat dan dilakukan untuk strategi pembangunan indonesia kedepannya, antara lain :
1. Kampanye cinta produk Indonesia.
2. Ekspansi ekonomi ke luar negeri.
3. Industri strategis.
4. Money market, dan
5. TAX.
SUMBER :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar